MAKASSAR – Dalam upaya mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di dunia industri, Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) sukses menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Skema Kompetensi. Kegiatan strategis yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 24 hingga 25 November 2025 lalu ini dirancang untuk memperkuat kapasitas sivitas akademika dalam menyusun dokumen skema kompetensi yang sepenuhnya linier dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pelatihan intensif ini diikuti oleh para perwakilan dari berbagai program studi (prodi) di lingkungan PNUP. Guna memastikan mutu dan kesesuaian penyusunan dokumen, kegiatan ini menghadirkan dua pakar utama di bidang sertifikasi profesi.
Narasumber pertama adalah Ahmad Daud, S.TP., M.Si., seorang Master Asesor yang juga menjabat sebagai Ketua LSP Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Dalam pemaparannya, Ahmad Daud memberikan panduan teknis dan komprehensif mengenai tata cara penyusunan draf proposal skema kompetensi yang terstruktur. Pengalamannya yang luas di bidang asesmen sangat membantu peserta dalam memahami secara mendetail berbagai prasyarat dokumen agar layak diajukan dan disetujui oleh BNSP.
Di samping aspek teknis penulisan, aspek keselarasan materi juga menjadi sorotan. Hal ini ditekankan oleh narasumber kedua, Dr. Miftakhul Azis, M.H., seorang anggota BNSP di bidang pertambangan dan energi. Beliau menggarisbawahi urgensi sinkronisasi antara penamaan judul skema kompetensi dengan dokumen acuan normatif yang digunakan oleh kampus.
“Skema kompetensi sebaiknya harus sesuai dengan profil lulusan yang dihasilkan prodi, dan kurikulum prodi harusnya mengikuti standar kompetensi yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia,” tegas Dr. Azis. Pernyataan ini menjadi pengingat penting bahwa kurikulum vokasi harus senantiasa relevan dan adaptif terhadap standar riil yang diakui negara.
Upaya peningkatan kapasitas selama dua hari ini tidak sekadar berupa diskusi teori, melainkan langsung membuahkan hasil nyata (output). Tercatat, pelatihan ini sukses merumuskan 40 draf skema kompetensi yang berasal dari 8 Tempat Uji Kompetensi (TUK) di bawah naungan LSP P1 PNUP. Puluhan skema yang telah tersusun ini nantinya akan menjadi landasan operasional dan acuan utama yang sangat vital dalam pelaksanaan ujian sertifikasi bagi mahasiswa maupun calon lulusan.
Melalui capaian positif ini, LSP P1 PNUP berkomitmen untuk terus memperkokoh perannya sebagai motor penggerak jaminan mutu kompetensi di institusi pendidikan vokasi. Ketersediaan skema sertifikasi yang relevan, terukur, dan diakui secara nasional ini akan menjadi nilai tambah yang besar. Dengan demikian, lulusan PNUP diproyeksikan akan semakin siap dan percaya diri dalam memasuki dunia kerja, serta mampu menjawab tantangan industri di tengah arus globalisasi.